Tenganan Digital Heritage: Integrasi Augmented Reality dan Dokumenter Budaya untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Pelestarian Seni Lontar Prasi

Authors

  • I Nyoman Agus Suarya Putra Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Christina Purnama Yanti Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia, Denpasar, Bali, Indonesia
  • I Gede Iwan Sudipa Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ni Kade Ayu Nirwana Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia, Denpasar, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47709/jubdimas.v5i2.419

Keywords:

Lontar Prasi, Augmented Reality, Video Dokumenter, Pemberdayaan Masyarakat, Pelestarian Budaya

Abstract

Seni lontar prasi merupakan warisan seni tradisional Bali yang memiliki nilai estetika, sejarah, dan budaya, tetapi keberlanjutannya menghadapi tantangan berupa keterbatasan regenerasi, media edukasi interaktif, dan pemanfaatan teknologi digital untuk promosi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pelestarian seni lontar prasi di Desa Adat Tenganan Pegringsingan melalui integrasi teknologi Augmented Reality (AR), video dokumenter budaya, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan kontekstual melalui sosialisasi, digitalisasi konten budaya, pengembangan aplikasi AR, produksi dokumenter, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan. Pelatihan generasi muda diikuti 20 peserta, sedangkan pelatihan branding dan pemasaran digital melibatkan 5 UMKM/pengrajin lontar prasi. Pengukuran dilakukan terhadap 20 peserta generasi muda dan 5 peserta UMKM melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai generasi muda meningkat dari 56,25% menjadi 82,75%, atau sebesar 47,11%. Pada kelompok UMKM/pengrajin, rata-rata nilai meningkat dari 59,00% menjadi 86,60%, atau sebesar 46,78%. Program menghasilkan prototipe aplikasi AR Lontar Prasi berbasis marker-based AR dan video dokumenter berdurasi 20 menit. Video dipublikasikan melalui YouTube dan mencapai 1.000 views. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi media interaktif, audiovisual, dan penguatan kapasitas masyarakat berpotensi mendukung pelestarian seni tradisional serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Downloads

Published

2026-10-27