Desa Tangguh Air: Edukasi Trap Water Gain Untuk Resiliensi Kekeringan Tianyar Tengah

Authors

  • Elizabet Tria Yuni Fisika dan Pengajaran IPA, Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ida Bagus Putu Mardana Fisika dan Pengajaran IPA, Universitas Pendidikan Ganesha
  • Putu Dicky Sastrawan Fisika dan Pengajaran IPA, Universitas Pendidikan Ganesha
  • Gede Arya Amerta Fisika dan Pengajaran IPA, Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.47709/jubdimas.v5i2.421

Keywords:

Desa Tangguh Air, Kekeringan, Trap Water Gain, SLA, Pohon Lontar

Abstract

Desa Tianyar Tengah, Kabupaten Karangasem, merupakan wilayah lahan kering yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan risiko kekeringan berkepanjangan. Program PPK Ormawa Desa Tangguh Air bertujuan meningkatkan kapasitas dan ketahanan masyarakat melalui integrasi teknologi tepat guna, konservasi air dan lahan, penguatan kelembagaan, serta pengembangan ekonomi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Sustainable Livelihood Approach (SLA) melalui tahapan identifikasi kondisi dan aset masyarakat, penguatan kapasitas, penerapan strategi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata kapasitas masyarakat dari 34,4% menjadi 83,7%. Implementasi program menghasilkan penerapan Trap Water Gain, sistem solar cell terintegrasi dengan pompa dan tangki penyimpanan air berkapasitas 5.200 liter pada demplot Smart Dryland Farming, edukasi konservasi air dan lahan, serta diversifikasi hasil lontar menjadi gula aren bubuk. Program juga menghasilkan pembentukan Kelompok Pengelola Air dan Mitigasi Kekeringan sebagai kelembagaan pengelola program di tingkat masyarakat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa integrasi teknologi, peningkatan kapasitas, konservasi, dan pemanfaatan potensi lokal dapat menjadi pendekatan strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap kekeringan.

Downloads

Published

2026-10-27